Program Unggulan Qira’ati

Beberapa tahun ini, MI Manaratul Islam berusaha menciptakan terobosan-terobosan kegiatan pendidikan, dengan memasukan metode-metode pendidikan yang nantinya dapat meningkatkan keterampilan maupun kemampuan sisiwa khususnya dibidang keagamaan dan ilmu pengetahuan pada umumnya. Salah satu program yg di gunakan MI Manaratul Islam adalah Mengaji dengan metode Qiro’ati. Metode ini ialah membaca Al-Quran yang langsung memasukkan dan mempraktekkan bacaan tartil sesuai dengan qoidah ilmu tajwid sistem pendidikan dan pengajaran metode Qiro’ati ini melalui system pendidikan berpusat pada murid dan kenaikan kelas/jilid tidak ditentukan oleh bulan/tahun dan tidak secara klasikal, tapi secara individual (perseorangan). Dengan program ini diharapkan nantinya siswa/i MI Manaratul islam dapat memiliki bekal ataupun kemampuan yang lebih mapan untuk melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Dalam program ini siswa/i MI Manaratul Islam dapat naik kelas/ jilid berikutnya dengan syarat:

  1. Sudah menguasai materi/paket pelajaran yang diberikan di kelas
  2. Lulus tes yang telah diujikan oleh sekolah/TPA

Program ini kami nilai cukup efektif dalam membentuk atau menciptakan siswa/i yangmampu membaca Al-Qur’an dengan baik nantinya.

1. Prinsip –prinsip dasar Qiro’atiM
a. prinsip-prinsip yang di pegang oleh guru / ustadz yaitu:
1) Tiwagas (teliti, waspada dan tegas)
2) Daktun (tidak boleh menuntun)
b. Prinsip-prinsip yang harus dipegang siswa / anak didik:
1) CBAC : Cara belajar santri aktif
2) LCTB  : Lancar cepat tepat dan benar
2. Strategi mengajar dalam Qiro’ati
Dalam mengajar Alquran dikenal beberapa macam stategi. Yaitu:
1. Strategi mengajar umum (global)
a. Individu atau privat yaitu santri bergiliran membaca satu persatu.
b. Klasikal Individu  yaitu sebagian waktu digunakan guru/ustadz untuk menerangkan pokok pelajaran secara klasikal.
c. Klasikal baca simak yaitu strategi ini digunakan untuk mengajarkan membaca dan menyimak  bacaan Alquran orang lain.
2. Strategi mengajar khusus (detil)

Strategi ini agar berjalan dengan baik maka perlu di perhatikan syarat-syaratnya. Dan strategi ini mengajarkannya secara khusus atau detil.

Dalam mengajarkan metode qiro’ati ada I sampai VI yaitu:

  1. Jilid I

Jilid I adalah kunci keberhasilan dalam belajar membaca Alquran. Apabila Jilid I lancar pada jilid selanjutnya akan lancar pula, guru harus memperhatikan kecepatan siswa.

  1. Jilid II

Jilid II adalah lanjutan dari Jilid I yang disini telah terpenuhi target Jilid I.

  1. Jilid III

Jilid III adalah setiap pokok bahasan lebih ditekankan pada bacaan panjang (huruf mad).

  1. Jilid IV

Jilid ini merupakan kunci keberhasilan dalam bacaan tartil dan bertajwid.

  1. Jilid V

Jilid V ini lanjutan dari Jilid IV. Disini diharapkan sudah harus mampu membaca dengan baik dan benar

  1. Jilid VI

Jilid ini adalah jilid yang terakhir yang kemudian dilanjutkan dengan pelajaran Juz 27.

Juz I sampai Juz VI mempunyai target yang harus dicapai sehingga disini guru harus lebih sering melatih peserta didik agar target-target itu tercapai.

Kelebihannya :

  1. Siswa walaupun belum mengenal tajwid tetapi sudah bisa membaca Alquran secara tajwid. Karena belajar ilmu tajwid itu hukumnya fardlu kifayah sedangkan membaca Alquran dengan tajwidnya itu fardlu ain.
  2. Dalam metode ini terdapat prinsip untuk guru dan murid.
  3. Pada metode ini setelah khatam meneruskan lagi bacaan ghorib.
  4. Jika santri sudah lulus 6 Jilid beserta ghoribnya, maka ditest bacaannya kemudian setelah itu siswa/i mendapatkan syahadah jika lulus test.